BRMP Sulteng Kawal Penyediaan 3 Juta Benih Sumber Kakao di Banggai
Banggai, 27 Juni 2026. Dalam rangka mendukung keberhasilan Program Hilirisasi Tanaman Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan melalui Direktorat Perbenihan Perkebunan terus berupaya meningkatkan efektivitas produksi benih sumber sebagai fondasi utama dalam pengembangan komoditas perkebunan nasional.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Perbenihan Perkebunan melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penyediaan benih sumber di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam pelaksanaannya, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah memiliki peran strategis dalam melakukan pengawalan dan pendampingan teknis guna memastikan seluruh tahapan produksi benih berjalan sesuai dengan standar teknis dan target yang telah ditetapkan.
Tim Direktorat Perbenihan Perkebunan bersama BRMP Sulawesi Tengah melaksanakan pengawalan penyediaan benih sumber kakao di beberapa kabupaten, salah satunya di Kabupaten Banggai. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Nuhon yang mencakup tiga desa, yaitu Desa Damai Makmur, Desa Sumber Agung, dan Desa Jaya Makmur. Pada lokasi ini ditargetkan penyediaan benih sumber kakao sebanyak 3.000.000 batang dengan refraksi sebesar 15% sebagai antisipasi terhadap bibit yang tidak memenuhi standar mutu. Adapun klon unggul yang dikembangkan terdiri atas MCC 02, Sulawesi 1, Sulawesi 2, dan BB 01, yang memiliki potensi produksi tinggi, mutu biji yang baik, serta daya adaptasi yang sesuai dengan kondisi agroklimat di wilayah Sulawesi Tengah.
Kegiatan monitoring dan evaluasi tidak hanya difokuskan pada capaian produksi benih, tetapi juga pada efektivitas sistem penyaluran agar benih yang dihasilkan dapat segera dimanfaatkan oleh petani. Pengawasan dilakukan terhadap seluruh tahapan, mulai dari proses pembibitan, pemeliharaan, pengendalian mutu, hingga kesiapan distribusi, sehingga kualitas benih tetap terjaga.
Melalui sinergi antara Direktorat Perbenihan Perkebunan dan BRMP Sulawesi Tengah, diharapkan strategi efektivitas produksi dan penyaluran benih Program Hilirisasi Tanaman Perkebunan dapat terlaksana secara optimal. Selain menghasilkan benih sumber yang berkualitas, kegiatan ini juga memastikan bahwa proses penyaluran dapat dilaksanakan tepat mutu, tepat jumlah, dan tepat waktu, sehingga seluruh benih sumber kakao dapat tersalurkan kepada penerima sebelum November 2026 sesuai dengan target pelaksanaan program. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas perkebunan kakao di Sulawesi Tengah sekaligus memperkuat pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Penulis : Nurmasita Ismail
Editor : Irwan suluk Padang